You are here

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PENGELOLAAN KOMPOS DI TPA BOJONEGORO

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PENGELOLAAN KOMPOS
DI TPA BOJONEGORO

DEVIANA DIAH PROBOWATI, S.P.
Fakultas Pertanian Universitas Bojonegoro
Jl. Lettu Suyitno No.2, Bojonegoro, 62119
E-mail: devianadiahprobowati@yahoo.co.id

Abstrak
Agribisnis merupakan suatu konsep yang utuh mulai dari penyediaan sarana produksi, usahatani, pengelolaan agroindustri dan pemasaran. Salah satu konsep dari agribisnis adalah penyediaan sarana produksi berupa pupuk, salah satunya adalah kompos. Hasil akhir dari pengomposan ini merupakan bahan yang sangat dibutuhkan untuk tanah-tanah pertanian sebagai upaya untuk memperbaiki sifat fisika, kimia dan biologi tanah sehingga produksi tanaman menjadi lebih tinggi. Kompos yang dihasilkan dari pengomposan sampah dapat digunakan untuk menguatkan struktur lahan kritis, menggemburkan kembali lahan pertanian, menggemburkan kembali lahan pertanaman, sebagai bahan penutup sampah di TPA, eklamasi pantai pasca penambangan dan sebagai media tanaman serta mengurangi penggunaan pupuk kimia.Untuk menanggulangi masalah sampah maka dilakukan pengelolaan terhadap sampah dengan dibuat kompos. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan potensi pengelolaan kompos untuk penyusunan strategi pengembangan pengelolaan kompos yang dilakukan oleh TPA Banjarsari Kabupaten Bojonegoro. Hasil analisis SWOT pada pengelolaan kompos ini memperoleh empat strategi yang diperlukan yaitu :1) strategi agresif (S-O) memaksimalkan kekuatan untuk meraih peluang yaitu a) mempertahankan dan atau meningkatkan kualitas produk, b) meningkatkan kapasitas produksi, dan c) menjalin hubungan baik dengan pelanggan , 2) strategi diversifikasi (S-T), memaksimalkan potensi/kekuatan untuk mengurangi acaman yang ada dengan :a) pemindahan lokasi ke tempat yang strategis, b) menjalin kerjasama dengan pihak swasta, 3) strategi (W-O) meminimalkan hambatan untuk meraih peluang dengan : a) pengembangan produk melalui upaya diversifikasi usaha , b) memperluas pangsa pasar, c) meningkatkan keterampilan karyawan melalui pelatihan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat , dan 4) strategi (W-T) meminimalkan kelemahan dan hambatan untuk mengatasi ancaman dengan : a) mengatur sistem manajemen yang baik , b) mempererat hubungan kerjasama dengan pemerintah maupun swasta.

Katakunci – kompos, agribisnis, analisis SWOT, Bojonegoro.

Documents: 

User login