You are here

IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) PADA SMP NEGERI DI KABUPATEN BOJONEGORO

ARIEF JANUWARSO
DOSEN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
JL. Lettu Suyitno, No. 2, Kec. Bojonegoro

Abstrak

Program BOS merupakan bagian dari block grant Pemerintah untuk dimanfaatkan dalam pembiayaan kegiatan operasional yang diberikan langsung kepada sekolah, termasuk sekolah-sekolah di Kabupaten Bojonegoro yang telah mendapatkan BOS sejak tahun 2005. Keberagaman karakteristik wilayah Kabupaten Bojonegoro memiliki pengaruh tersendiri dalam pelaksanaan Program BOS. Dengan adanya perbedaan karakteristik fisik, sosial, ekonomi dan kependudukan antar wilayah kecamatan, menyebabkan terjadinya perbedaan pelaksanaan Program BOS di Kabupaten Bojonegoro. Jenis penelitian yang dipergunakan adalah jenis penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif (decriptive research). Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah(1) Persiapan Program BOS, (2) melakukan pendataan sekolah dan siswa, (3) Melakukan sosialisasi/pelatihan kepada sekolah, dan (4) Monitoring dan evaluasi Program BOS. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh SMP Negeri di Kabupaten Bojonegoro, yang berjumlah 56 SMP negeri. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini, adalah sebagai berikut: (1) Penelitian Kepustakaan (Library Research), (2) Penelitian lapangan (Field Research), (3) Pengamatan (observasi), dan (4) Wawancara (interview). Data diolah dengan cara: (1) Coding, (2) Editing, dan (3) Tabulating. Metode analisa data yang dipergunakan dalam penelitian ini, adalah analisa kualitatif-deskriptif. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Pelaksanaan tahap persiapan program BOS sudah dilakukan dengan baik, (2) Telah dilakukan sosialisasi dan pelatihan dengan sangat baik, (3) Pelaksanaan monitoring dan evaluasi program BOS telah dilakukan dengan baik, (4) Hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh Tim Manajemen BOS tingkat kabupaten masih ditemukan ada masalah berkaitan dengan pelaksanaan program BOS dan sudah ada sosialisasi dan rekomendasi pada Tim Manajemen BOS sekolah untuk melakukan pembenahan pembukuan dan pembelajaran agar sesuai juknis, (5) Untuk hasil monitoring dan evaluasi yang diisi oleh kepala sekolah menunjukkan bahwa apabila ada kendala berupa kelebihan atau kekurangan dalam alokasi dana BOS yang diterima sudah dilaporkan kepada Tim manajemenBOS tingkat Kabupaten, (6) Angka putus sekolah di SMP Negeri setelah adanya program BOS sudah tidak ada lagi, (7) Secara keseluruhan Implementasi Program BOS pada SMP Negeri di Kabupaten Bojonegoro telah dilaksanakan dengan baik.

Kata kunci: Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Tim Manajemen BOS

Documents: 

User login