You are here

ANALISIS USAHATANI KEDELAI (Glycin max L.) VARIETAS WILIS Studi Kasus di Desa Gempolrejo Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora Propinsi Jawa Tengah

Sugianto
Fakultas Pertanian Universitas Bojonegoro
Jl. Lettu Suyitno No.2, Bojonegoro, 62119
E-mail: sugianto90@yahoo.co.id

Abstrak

Kedelai merupakan tanaman semusim, berupa semak rendah, tumbuh tegak dan berdaun lebat. Kebutuhan kedelai semakin meningkat kaitannya sebagai bahan baku utama pembuatan tempe dan kaya akan kandungan vitamin dan gizinya. Petani kedelai pada kenyataanya belum sepenuhnya memperoleh produktifitas yang maksimal. Hal ini disebabkan pelaksanaan teknologi di tingkat petani dan faktor non teknis diluar kemampuan petani, upaya yang telah ditempuh oleh pemerintah dalam meningkatkan produksi kedelai antara lain dengan menggunakan benih unggul dan teknologi yang tepat serta pola kemitraan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pendapatan usahatani kedelai varietas Wilis di desa Gempolrejo, Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora, (2) mengetahui kelayakan usahatani kedelai varietas Wilis di Desa Gempolrejo Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora. Hipotesa yang diajukan dalam penelitian itu yaitu: diduga usahatani kedelai di Desa Gempolrejo Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora menguntungkan. Penentuan daerah penelitian dalam penelitian ini diambil secara sengaja di Desa Gempolrejo Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora. Penentuan desa tersebut karena atas pertimbangan bahwa di desa Gempolrejo terdapat petani yang berusaha membudidayakan kedelai. Metodologi pengambilan contoh yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sampling, selanjutnya data yang diperoleh akan dilakukan analisa data menggunakan metode diskritif dan kualitatif. Hipotesa diuji dengan analisis RC-Ratio. Hasil penelitian dan analisis data diperoleh rata-rata per hektar usahatani kedelai adalah sebagai berikut: (1) biaya usahatani kedelai sebesar Rp 10.079.708,-. (2) Penerimaan usahatani kedelai Rp. 13.597.086,-. (3) Pendapatan usahatani kedelai Rp. 3.517.378,- (4) penghitungan RC- ratio dari masing-masing variabel adalah diperoleh 1,35. Dengan demikian hipotesa terbukti bahwa usahatani kedelai varietas wilis efisien dan layak, karena nilainya lebih besar dari pada 1,2. Makna RC-ratio 1,35 adalah bahwa dalam setiap 1 korbanan untuk menghasilkan 1,35 penerimaan atau keuntungan 0,35. Jika dikonversi ke persen maka keuntungan dari setiap korbanan 100 % akan menghasilkan penerimaan 135 % atau keuntungan 35%.

Katakunci – usahatani kedelai, analisis, pendapatan

Documents: 

User login