You are here

ANALISIS USAHATANI JAGUNG HIBRIDA BISI-1 Studi Kasus Di Desa Menyunyur Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban Propinsi Jawa Timur

DEVIANA DIAH PROBOWATI
Fakultas Pertanian Universitas Bojonegoro
Jl. Lettu Suyitno No.2, Bojonegoro, 62119
E-mail: diahdeviana67@yahoo.co.id

Abstrak

Tanaman jagung merupakan tanaman utama bagi petani maka dari itu upaya peningkatan hasil produksi terus di lakukan oleh pelaku usahatani. Salah satu cara meningkatkan produksi yaitu dengan penggunaan benih unggul sebagai bibit yang di tanam. Salah satu upaya peningkatan produksi adalah dengan mengunakan benih jagung Hibrida Bisi-1. Penggunaan benih jagung Hibida Bs-1 di harapkan akan dapat memenuhi kebutuhan akan jagung baik sebagai bahan pangan, bahan pakan maupun sebagai bahan baku industri. Peningkatan produktifitas jagung selain dapat mencukupi kebutuhan permintaan akan jagung juga dapat menghemat devisa negara karena jika produksifitas jagung mencukupi maka negara juga tidak perlu menimpor jagung dari luar negeri. Selain itu peningkatan produktifitas juga dapat meningkatkan product domestik bruto sehingga dapat menciptakan lapangan kerja yang besar bagi masyarakat.Selain berguna dalam sektor ekonomi bagi negara tujuan lain dari upaya peningkatan produktifitas jagung adalah di harapkan juga dapat meningkatkan pendapatan bagi petani sehingga petani juga dapat meningkatkan taraf hidupnya. Peluang meningkatkan produktifitas tanaman jagung sangat mungkin di lakukan, hal ini di karenakan adanya pembukaan lahan-lahan baru di berbagai daerah contohnya lahan dari perhutani. Selain adanya pembukaan lahan baru petani juga memanfaatkan lahan tidur yang selama ini tidak di tanami. Guna mendapatkan hasil yang akurat, dalam penelitian ini metode yang di gunakan yaitu dengan metode survei. Metode survei adalah suatu metode penelitian yang pengambilan datanya di perolen dari responden terpilih dengan melalui landasan representativness. Landasan representativness di pilih karena hasil dari survei dapat mewakili dari seluruh anggota populasi. Sedangkan dalam penentuan sampel petani responden pengambilan sampel petani responden di lakukan secara acak ( simple random sampling ). Dalam metode ini setiap petani memiliki kesempatan yang sama untuk di pilih sebagai petani contoh, dan adapun penentuan sampel yaitu menggunakan prosentase 5 pesen, 10 persen, 15 persen, 20 persen dan juga 50 persen. Adapun petunjuk yang di gunakan dalam pengambilan prosentase dalam penelitan ini yaitu jika jumlah populasi yang akan di telit jumlahnya besar maka penggnaan prsentase yang kecil di perbolehkan sedangkan sebalknya jika populasi yang akan di teliti jumlahnya kecil maka hendaknya menggunakan prosentase yang besar. Sesuai dengan acuan yang di gunakan maka pengambilan sampel petani hendaknya tidak kurang dari 30 dan dalam melakukan pengamblan sampel juga hendaknya mempertimbangkan waktu, tenaga dan biaya. Guna menganalisa data yang di akurat maka analisis yang di gunakan yaitu RC Ratio ( return and cost ) yang merupakan perbandingan antara total penerimaan (TR) dan total biaya (TC). Hal ini di lakukan yaitu guna mengetahui efisiensi usahatani yang di lakukan.Dari hasil semua penhitungan usahatani jagung Hibrida Bisi-1 yang di lakukan maka di peroleh penerimaan sebesar Rp. 174.475.000- sedangkan seluruh biaya produksi sebesar Rp. 103.729.579 jadi dari hasil data tersebut maka RC Ratio usahatani jagung Hibrida Bisi-1 di Desa Menyunyur Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban sebesar 1,6 dengan kaidah RC ≥ 1,2. Berdasarkan data tersebut maka di peroleh kesmpulan bahwa usahatani jagung Hibrida Bisi-1 di Desa Menyunyur Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban tersebut di katakan mengntungkan dan layak sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani.

Katakunci – jagung,pendapatan,analisis

Documents: 

User login