You are here

ANALISIS PENDAPATAN USAHA TANI TEMBAKAU (Nicotiana tabacum L) Studi kasus di Desa Palon, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah

SUHIRMAN 1), JURI YUSUP 2)
Fakultas Pertanian Universitas Bojonegoro
Jl. Lettu Suyitno No.2, Bojonegoro, 62119
E-mail: yusupjuri@yahoo.com

Abstrak

Pembangunan pertanian memiliki tujuan utama yaitu untuk meningkatkan produksi tanaman dan pendapatan petani, memperluas lapangan kerja dan pemerataan pembangunan pertanian, pembangunan pertanian di Indonesia bukan berorientasikan pada komoditi pangan tertentu saja, namun diprioritaskan pada komoditi lainnya bidang pertanian seperti sayur-sayuran dan buah-buahan, sebagai penunjang ekonomi masyarakat tanaman tembakau merupakan salah satu komoditi penunjang perekonomian yang cukup besar di Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2016 sampai dengan bulan Juni 2016 dengan mengambil lokasi di Desa Palon Kecamatan Jepon Kabupaten Blora. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah berapakah besarnya rata-rata biaya yang dikeluarkan, rata-rata pruduksi,rata-rata penerimaan hasil, tingkat pendapatan,tingkat efisiensi usahatani tanaman tembakau (Nicotiana tabacum L). Adapun tujuannya adalah untuk mengetahui bahwa usahatani tanaman tembakau(Nicotiana tabacum L) ini menguntungkan untuk masyarakat petani. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk menambah ilmu dan memenuhi syarat guna memperoleh gelar kesarjanaan. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini adalah tanaman tembakau (Nicotiana tabacum L) yang ditanami petani masyarakat sekitar sebagai tanaman penunjang perekonomian masyarakat dan selalu diupayakan peningkatannyasebagai hasil produksi penunjang perekonomian maupun ketahanan terhadap hama dan penyakit maupun lingkungan. Hipotesis dalam skripsi ini adalah diduga bahwa usaha tani tanaman tembakau (Nicotania tabacum L) efisien atau menguntungkan dan layak dikembangkan sebagai penunjang perekonomian petani. Metode yang dilaksanakan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah untuk penentuan daerah menggunakan pusposive sampling. Pengambilan petani contoh Suratiah (2002) bahwa populasi sebanyak 10–100 orang sebaiknya diambil 100% dengan cara sensus. Maka dalam penelitian mengambil 35 orang petani. Sedangkan data yang sekunder diperoleh dari Kantor Desa Palon Kecamatan Jepon Kabupaten Blora dan Dinas Pertanian Perkebunan dan Perikanan Blora juga dari instansi terkait lainnya. Pengukuran variabelnya meliputi : produksi, pajak, bunga modal, pupuk, pestisida, biaya produksi, perhitungan penerimaan, perhitungan pendapat, dan tenaga kerja. Kesimpulan : Besar rata-rata total biaya yang dikeluarkan Rp.14.153.705, penerimaan sebesar Rp. 25.028.571,- dari hasi produksi sebesar 3.716,89kg/ha dengan harga jual tembakau Rp. 10.000 /kg, sehingga diperoleh pendapatan sebesar Rp. 10.874.867,- dengan RC-Ratio sebesar 1,76.

Documents: 

User login