You are here

ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI BELIMBING MANIS (Averrhoa carambola L) Studi Kasus di Desa Glagahsari, Kecamatan Soko Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur

DEVIANA DIAH PROBOWATI
Fakultas Pertanian Universitas Bojonegoro
Jl. Lettu Suyitno No.2, Bojonegoro, 62119
E-mail: diahdeviana67@yahoo.co.id

Abstrak

Salah satu komoditas hortikultura yang memiliki potensi besar untuk dapat dikembangkan adalah komoditas blewah. Blewah sebenarnya bukan merupakan jenis tanaman buah musiman, blewah dapat ditanam kapanpun asalkan syarat tumbuhnya terpenuhi. Desa Kendal Agung Kecamatan Kragan merupakan salah satu daerah dimana budidaya blewah berkembang di Kabupaten Rembang. Tanaman ini dibudidayakan secara bergantian dengan tanaman padi. Hal ini dikarenakan apabila lahan pertanian yang ada ditanami blewah secara terus menerus maka hasil yang akan diperoleh juga tidak baik. Tanaman blewah dibudidayakan sebanyak satu kali pada lahan sawah petani dalam kurun waktu satu tahun.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya dan pendapatan usahatani blewah di Kabupaten Rembang, dan untuk mengetahui perimbangan dan biaya atau (R/C) ratio usahatani blewah di Kabupaten Rembang.Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah diduga bahwa usahatani blewah (Cucurbita melo) di Desa Kendal Agung Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang efisien atau layak dan menguntungkan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk memberikan informasi kepada petani berkaitan dengan kajian finansial usahatani blewah di Kabupaten Rembang, sebagai bahan pertimbangan bagi dinas terkait dalam menentukan kebijakan yang berhubungan dengan pengembangan usahatani blewah di kabupaten rembang, dan sebagai bahan kajian dan informasi bagi penelitian selanjutnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitik dan pelaksanaanya menggunakan tehnik survey. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Rembang. Kemudian dipilih Kecamatan Kragan. Dari Kecamatan terpilih diambil Desa Kendal Agung. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil jumlah petaniseluruhnya sebanyak 30 orang. Metode pengambilan petani sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Data yang diambil berupa data primer dan data sekunder dengan tehnik observasi, wawancara dan pencatatan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani blewah diperoleh rata-rata biaya Rp 8.622.961,90. Jumlah produksi rata-rata 26.769,00 kg dengan harga jual perkilogram Rp 700,00 sehingga Penerimaan usahatani sebesar Rp 18.738.560,00. Rata-rata Pendapatan sebesar Rp, 10.115.598,10. Dan efisiensi usahatani blewah sebesar 2,17. Ini menunjukkan berarti usahatani blewah telah efisien atau menguntungkan dan layak.

Katakunci – usahatani, analisis, blewah

Documents: 

User login