You are here

ANALISA RISIKO PROYEK KONSTRUKSI TERHADAP UMUR RENCANA KONSTRUKSI JALAN RAYA (Studi Kasus: Proyek Di Bojonegoro)

NOVA NEVILA RODHI
Program Studi Teknik Sipil Universitas Bojonegoro

Abstrak

Pada umumnya umur rencana efektif pada perkerasan lentur adalah 5 (lima) sampai 10 (sepuluh) tahun. Sedangkan untuk perkerasan kaku umur rencana dapat mencapai 20 sampai 30 tahun dalam satu kali konstruksi (Molyono, 2007). Bila mana konstruksi telah rusak sebelum pada umur rencana, maka tentunya terdapat hal-hal yang tidak sesuai, baik itu dalam tahap perencanaan hingga pelaksanaannya. Dalam proyek konstruksi jalan raya memang terdapat risiko yang dapat mempengaruhi umur rencana tersebut, baik itu faktor internal maupun faktor eksternal. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada proyek jalan di Kabupaten Bojonegoro diperoleh kesimpulan bahwa terdapat 9 (sembilan) faktor risiko yang harus dikelola, dan hal – hal yang menyebabkan terjadinya penurunan kualitas (umur rencana) proyek jalan.

Kata kunci : Konstruksi jalan raya, faktor risiko, umur rencana konstruksi
Abstract

In general, the effective plan life on flexible pavements is 5 (five) to 10 (ten) years. As for rigid pavement age plans can reach 20 to 30 years in a single construction (Molyono, 2007). If the construction has been damaged before the age of the plan, then of course there are things that are not appropriate, either in the planning stage until the implementation. In highway construction projects there are risks that can affect the life of the plan, both internal and external factors. Based on observations made on the road project in Bojonegoro Regency, it is concluded that there are 9 (nine) risk factors that must be managed, and the things that cause the decreasing quality (life plan) of the road project.

Keywords: Road construction, risk factor, age of construction plan

Documents: