You are here

Analisis Strategi Pemasaran Ledre Pada Industri Rumah Tangga Dengan Metode Analisis Swot Studi kasus di Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur

Eka Amirudin Kusuma1), Deviana Diah Probowati2)
1 Agribisnis, Pertanian, Universitas Bojonegoro
email: amirudineka@yahoo.com
2Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Bojonegoro
email:devianadiahp@gmail.com

Abstrak

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berupaya untuk menjadikan Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro sebagai sentra pasar oleh-oleh khas Bojonegoro, Untuk mewujudkan hal tersebut perlu adanya penyusunan strategi pemasaran ledre Adapun tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui hal-hal apa saja yang mempengaruhi faktor internal (kekuatan dan kelemahan) serta faktor eksternal (peluang dan ancaman) sebagai upaya untuk mengembangkan ledre di Kecamatan Purwosari, 2) Untuk mengetahui strategi apa yang harus dilakukan dalam rangka untuk peningkatan produksi serta untuk mengembangkan ledre pisang di Kecamatan Purwosari. Metode penelitian dengan menggunakan metode survey, yaitu dengan metode cluster random sampling dengan jumlah responden 30 industri rumah tangga dan 2 orang ketua kelompok sebagai expert judgement. Sedangkan data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan yaitu 1) analisis matriks IFE, IFE, dan IE 2) analisis matriks SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Berdasarkan analisis IFE didapatkan skor 3,073 dan analisis EFE dengan jumlah skor 3,361. Kedua skor tersebut diatas 2,5 yang artinya posisi internal cukup kuat yang mana memiliki kemampuan di atas rataan dalam memanfaatkan kekuatan dan mengantisipasi kelemahan internal, serta posisi eksternal cukup kuat yang mana memiliki kemampuan di atas rataan dalam memanfaatkan peluang dan mengantisipasi ancaman eksternal. Berdasarkan analisis IFE dan EFE lalu dimasukkan matriks IE(Internal-Eksternal) didapatkan hasil yaitu usaha salak ini berada pada posisi atau kuadran l yang artinya berada pada posisi Growth and build (tumbuh dan berkembang). Strategi yang sesuai adalah strategi intensif (Penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk) atau dapat disebut juga strategi integrasi (integrasi ke belakang, integrasi ke depan dan integrasi horizontal). Berdasarkan analisis tersebut peneliti menyarankan agar 1) mengimplementasikan strategi yang telah dirumuskan yaitu strategi intensif (Penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk) atau dapat disebut juga strategi integrasi (integrasi ke belakang, integrasi ke depan dan integrasi horizontal), 2) Para industry rumah tangga ledre hendaknya lebih memperbaiki sistem manajemen yang sudah ada supaya dapat menghasilkan produk yang lebih berkualitas, meningkatkan produktivitas, serta mewujudkan untuk menjadi sentra oleh-oleh khas Bojonegoro yang lebih terkenal lagi.

Keyword: Ledre, Strategi Pemasaran, Purwosari

Documents: 

User login